2. Di daratan Afrika, setiap musim panas tiba kawanan
Zebra bermigrasi dari satu lembah ke tempat lain untuk mencari sumber air yang
baru dan melanjutkan hidup. Fenomena migrasi hewan tersebut akibat faktor....
A. Cuaca dan iklim
Cuaca adalah
suatu keadaan udara pada suatu saat di suatu tempat, yaitu keadaan berdasarkan
gejala suhu, tekanan udara, kelembaban, angin, dan curah hujan. Di samping itu,
terdapat unsur cuaca lainnya yang biasa kita saksikan yaitu penyinaran
matahari, keadaan awan, gejala halilintar, pelangi, halo, dan lain-lain.
Iklim adalah
suatu keadaan umum kondisi cuaca yang meliputi daerah yang luas. Iklim
merupakan kelanjutan dari hasil-hasil pengamatan dan pencatatan unsur cuaca
selama 30 tahun. Oleh karena itu, iklim pada dasarnya merupakan rata-rata dari
keadaan cuaca harian secara umum. Perbedaan lainnya, iklim bersifat relatif
tetap dan stabil, sedangkan cuaca selalu berubah setiap waktu.
B. Tanah
Pedosfer, adalah
tanah. Secara sederhana pedosfer diartikan sebagai lapisan tanah yang menempati
bagian lapisan paling atas dari permukaan bumi tempat berlangsungnya proses
pembentukapaling atas dari litosfer. Tanah (soil) adalah suatu wujud
alam yang terbentuk dari campuran hasil pelapukan batuan (anorganik), organik,
air, dan udara yang menempati bagian paling atas dari litosfer. Ilmu yang
mempelajari tanah disebut pedologi, sedangkan ilmu yang secara khusus
mempelajari mengenai proses pembentukan tanah disebut pedogenesa.
C. Tekanan
populasi
Dalam biologi, populasi adalah
sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama (spesies) yang hidup
di tempat yang sama dan memiliki kemampuan bereproduksi di antara sesamanya.[1][2] Konsep
populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika.
Ekologiwan memandang populasi sebagai unsur dari sistem yang lebih luas.
Populasi suatu spesies adalah bagian dari suatu komunitas.
Selain itu, evolusi juga bekerja melalui populasi. Ahli-ahli genetika, di sisi
lain, memandang populasi sebagai sarana atau wadah bagi pertukaran alel-alel yang dimiliki oleh
individu-individu anggotanya. Dinamika frekuensi alel dalam suatu populasi
menjadi perhatian utama dalam kajian genetika populasi.
D. Manusia
Manusia
atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah
kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan
sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"),
sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan
tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang
bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan
ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan
dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan
penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta
perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk
membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta
pertolongan.
E. Geologis
Geologis adalah letak
suatu wilayah berdasarkan susunan batuan yang ada dipermukaaan bumi.
54. Ciri iklim:
(1) udara
kering;
(2) curah
hujan rendah;
(3) terletak
di zona kering;
(4) potensi
penguapan lebih besar daripada presipitasi.
Jenis bioma yang sesuai dengan ciri tersebut adalah
....
A. taiga
Ciri-ciri :
1. Musim
panas di bioma taiga sangat pendek jangka waktunya hanya berkisar 1 hingga 3
bulan saja selebihnya merupakan musim dingin.
2. Pada saat musim dingin air dalam tanah akan membeku hingga mencapai 2
meter tingginya
3. Jenis tumbuhan yang dapat hidup sedikit saja hanya 2 atau 3 jenis
tumbuhan saja
4. Hewan yang dapat hidup merupakan hewan berdarah dingin
B. stepa
Ciri-ciri bioma stepa:
1.
Memilki curah hujan yang sangat sedikit kurang lebih
hanya 25 mm per tahunnya.
2.
Kelembapan udaranya sangat rendah karena kurangnya air
3.
Penguapan atau proses evaporasi tumbuhan sangat cepat
karena udara yang kering dengan tingkat penyerapanya lambat. Padang rumput yang
ada di bioma ini juga biasanya merupakan rumput-rumput kering.
4.
Keadaan tanahnya sangat kering selain karena kurangnya
air juga dikarenakan suhu udara yang sangat panas mencapai 45° pada siang
hari namun di malam hari sangat dingin hingga mencapai 0° celcius.
C. gurun
Ciri-ciri bioma gurun:
1.
Curah hujan sedikit hanya berkisar kurang lebih 25 mm
per tahun
2.
Evaporasi atau penguapan sangat besar
3.
Kelembapan tanah sangat rendah
4.
Tanah sangat kering karena berupa pasir yang tidak
bisa menyerap air
5.
Perbedaan suhu udara antara siang dan malam sangat
berbeda.
D. sabana
Ciri-ciri bioma sabana:
1. Terdapat
di daerah katulistiwa
2. Curah
hujan sedikit antara 100 hingga 150 mm saja per tahun
3. Curah
hujan tidak terlalu banyak namun juga tidak terlalu sedikit
4. Memiliki
drainase yang cuku baik
5. Air di
dalam tanah cukup untuk kehidupan flora dan fauna
6. Suhu
udara tidak terlalu ekstrim
7. Kelembapan
udara agak kering
E. tundra
Ciri-ciri
bioma tundra:
2.
Memiliki musim panas dan dingin yang sangat panjang
3.
Usia tumbuhan yang dapat hidup sangat pendek hanya
berkisar maksimal 4 bulan
4.
Binatang yang dapat hidup merupakan tipikal hewan
kutub seperti beruang kutub, kucing kutub, penguin dan lain-lain.
53.Perhatikan gambar berikut ini!
A. Wallace
Garis Wallace merupakan Garis khayal
yang membatasi fauna di bagian barat atau dikenal dengan tipe asiatis dengan
yang ada di wilayah bagian tengah atau tipe peralihan. Garis ini dibuat oleh
seorang ahli zoologi yaitu Alfred Russel Wallace, ia mengatakan bahwa fauna
yang ada di pulau Lombok berbeda dengan fauna yang ada di Pulau Bali meskipun
kedua pulau tersebut sangat berdekatan. Garis wallace terletak dari Selat
Lombok hingga Selat Makassar yang merupakan tempatpenyebaran fauna asiatis,
seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali yang terletak di sebelah barat
Garis Wallace.
B.Katulistiwa
Khatulistiwa
adalah garis khayal yang membagi Bumi ke belahan bumi utara dan belahan bumi
selatan. Panjangnya sekitar 24,901.5 mil (40.075 kilometer).
Garis melintasi benua Amerika Selatan dan Afrika, serta
sejumlah pulau, dan berjalan melalui 14 negara, termasuk Ekuador, Columbia,
Brazil, Gabon, Sao Tome dan Principe, Kongo, Zaire, Uganda, Kenya, Somalia, dan
Indonesia.
C. Weber
Garis Weber merupakan garis yang membatasi jenis fauna Indonesia di bagian
tengah atau tipe peralihan dengan bagian timur atau tipe australis australis
yang memanjang dari selatan timur laut Banda hingga laut Maluku.
D.Maritim
Negara maritim adalah negara yang berada dalam kawasan atau
teritorial laut yang sangat luas.
E. Maritim
52. Hutan memiliki fungsi sebagai penghasil kayu dan tanaman
untuk bahan industri dan obat-obatan, fungsi tersebut dikenal dengan …
A. Fungsi orologis hutan
A. Fungsi orologis hutan
Salah
satu fungsi hutan yang paling penting adalah orologis atau untuk mencegah
erosi. Keberadaan hutan dapat menahan lapisan tanah supaya tidak hanyut ketika
terjadi banjir atau hujan lebat. Selain mampu mencegah erosi, hutan juga dapat
menjaga lapisan bagian atas dari tanah.
B. Fungsi hidrologis hutan
B. Fungsi hidrologis hutan
Hutan memiliki fungsi
hidrologis, yaitu berperan sebagai penyimpan air kemudian mengatur peredarannya dalam bentuk mata
air.
C. Fungsi ekonomis hutan
C. Fungsi ekonomis hutan
Fungsi Hutan Secara Ekonomis adalah ...
- Banyaknya Hasil Hutan yang dapat di Jual, Baik di dalam Negeri maupun di luar negeri.
Misalkan :
` Kayu
- Kayu Jati
- Kayu Ulin
- Kayu Damar
- Kayu Mahoni
>>> Yang dapat di buat menjadi Bahan Baku pembuatan Mebel/Alat rumah tangga seperti,
> Meja
> Kursi
> Lemari
Hal ini mengakibatkan adanya Harga yang tinggi dan pendapatan para pembuat kerajinan menjadi meningkat.
D.
Fungsi estetik hutan
fungsi estetis atau keindahan. Hutan dapat dinikmati
keindahannya sebagai tempat berekreasi atau menyalurkan hobi seperti mendaki
gunung.
E. Fungsi klimatologis hutan
Hutan memiliki fungsi klimatologis atau mengatur iklim.
Dengan adanya hutan, maka kelembaban dan suhu udara bisa tetap stabil dan tetap
terjaga. Selain itu, hutan juga berfungsi mengurangi tingkat penguapan air di
dalam tanah.
51. Berbagai jenis flora dan fauna di Indonesia semakin
berkurang dari tahun ketahun, penyebab utamanya adalah sebagai
berikut, kecuali ….
A. Konsumsi flora dan fauna oleh manusia yang berlebihan
B. Rusaknya habitat flora dan fauna akibat kegiatan industri
C. Banyaknya jenis penyakit yang mematikan flora dan fauna
D. Manusia memanfaatkan flora dan fauna untuk keperluan hidupnya
E. Perkembangan penduduk yang cepat menyebabkan flora dan fauna terdesak
A. Konsumsi flora dan fauna oleh manusia yang berlebihan
B. Rusaknya habitat flora dan fauna akibat kegiatan industri
C. Banyaknya jenis penyakit yang mematikan flora dan fauna
D. Manusia memanfaatkan flora dan fauna untuk keperluan hidupnya
E. Perkembangan penduduk yang cepat menyebabkan flora dan fauna terdesak
50. Tanaman kaktus termasuk ke lompok ....
A. mesophyta
A. mesophyta
Mesophyta
: yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di lingkungan yang lembab tetapi
tidak basah.
B. xerophyta
Xerophyta
: yaitu tumbuhan yang sangat tahan terhadap lingkungan kering atau kondisi
atau kondisi kelembaban udara yang sangat rendah.
C. Higrophyta
C. Higrophyta
Hygrophyta
: yaitu tumbuhan yang sangat cocok hidup di daerah basah.
D. hidrophyta
D. hidrophyta
Tumbuhan yang hidup di air, tumbuhan ini beradaptasi dengan
daun yang lebar dan tipis, mempunyai stomata yang banyak. Terdapat jaringan
aerenkim yang besar serta lebar. Contoh tanaman ini adalah enceng gondok,
teratai, dan kangkung.
E. tropophyta
Merupakan tumbuhan yang mempu beradtasi pada terhadap
perubahan musim, seperti musim hujan dan kemarau. Contoh tumbuhan: Pohon jati.
49. Padang rumput yang diselingi pohon-pohon perdu dan semak
belukar merupakan karakteristik bioma....
A. Stepa
A. Stepa

B.Gurun
Dibandingkan
dengan bioma lainnya, bioma gurun disinyalir dianggap sebagai bioma yang paling
susah untuk hidup makhluk hidup di dalamnya karena memiliki cuaca yang sangat
ekstrim dimana pada saat siang hari udara akan terasa sangat panas dan pada
saat malam hari akan menjadi sangat dingin. Bioma gurun juga memiliki fungsi
gurun pasir serta kadar air dan kelembapan di bioma gurun sangat sedikit. Bioma
gurun hanya menerima hujan satu kali dalam setahun sehingga tumbuhan dan hewan
yang mampu bertahan hidup sangat sedikit saja. gurun terbesar di dunia adalah
gurun sahara di afrika utara, sedangkan lainnya tersebar di jazirah arab
seperti arab Saudi, peru, Australia, Mongolia, Pakistan dan Turkestan. Selain
gurun yang sangat panas ada juga gurun di kutub utara yang tertutup salju dan
es abadi. Gurun bioma juga memiliki beberapa fenomena yang menakjubkan seperti
: gurun terluas di benua asia, gurun pasir terbesar di dunia, gurun terluas
didunia.
C.hutankonifer
C.hutankonifer
Bioma tundra merupakan sebuah ekosistem dimana
tumbuhan utamanya rumput dan tumbuhan kerdil. Letaknya terdapat pada daerah
yang memiliki suhu udara dingin dengan jenis-jenis hujan yang berbeda dan
kebalikan dari bioma tundra. Lokasinya biasanya ada di daerh dekat kutub yang
sangat dingin dengan suhu udara sangat dingin seperti di daerah lingkar artik,
Greenland, rusia utara, kanada, finlandia dan selandia baru.
Karena letaknya yang berbatasan dengan kutub suhu
udaranya bisa mencapai kurang dari 0° bahkan tumbuhan pun bisa membeku.
Tumbuhan yang paling banyak bisa hidup adalah lumut. Lumut pada saat musim
dingin akan membeku namun tidak mati, kemudian setelah masuk musim panas dan es
mencair lumut akan hidup kembali. Pada bioma ini bisa mengalami malam hari atau
siang hari selama berbulan-bulan karena matahari tidak menyinari hingga daerah
tundra.
D.Sabana
Bioma
sabana merupakan ekosistem yang tidak banyak ditumbuhi tumbuhan hanya ditumbuhi
padang rumput dan pohon-pohon kecil. Bioma sabana terbagi menjadi dua jenis
yaitu sabana murni (yang masih memiliki tumbuhan asli) dan sabana campuran
(sudah memiliki berbagai jenis tumbuhan yang tidakasli).
E. hujan hujan tropis
E. hujan hujan tropis
Bioma hutan
hujan tropis terletak di daerah yang Indonesia yang memiliki iklim di Indonesia
seperti iklim tropis yang dilalui oleh garis katulistiwa. Curah hujan di daerah
ini sangat tinggi dan memiliki sinar matahari sepanjang tahunnya tanpa henti.
Suhu udara di bioma hutan hujan tropis ini sangat bersahabat bagi flora dan
fauna di dalamnya. Karena keramahan alamnya ini sehingga membuat jumlah flora
dan fauanya sangat banyak dan heterogen. Diperkirakan jumlah flora yang hidup
di bioma hutan hujan tropis mencapai angka 3000 jenis spesies. Rata-rata
pohonnya memilki daun hijau karena pembentukan klorofil yang sempurna.
48.
Untuk beradaptasi dengan lingkungannya daun pinus dan cemara berbentuk seperti
duri dan memanjang, hal tersebut dilakukan bertujuan untuk …
A. Mengurangi penguapan air
B.
Melindungi diri dari musuh
C.
Memperbesar penguapan
D.
Mempermudah penyerbukan dan pembuahan
E.
Meningkatkan penerimaan sinar matahari untuk berfotosintesis.
47.
Tekstur tanah, kegemburan, dan air tanah merupakan faktor fisik yang
memengaruhi pertumbuhan tanaman, yang termasuk dalam faktor ....
A.
klimatik
Faktor
Klimatik
Iklim terdiri atas suhu udara,
tekanan udara, kelembapan udara, angin, dan intensitas sinar matahari.
Perbedaan temperatur pada suatu wilayah dipengaruhi oleh letak lintang
(latitude) selatan dan utara dan ketinggian suatu tempat. Perbedaan tersebut
menyebabkan variasi tumbuhan pula. Teori ini dibuktikan oleh seorang ilmuwan
biologi lingkungan, sekitar tahun 1889 yang bernama C. Hert Meeriem. Ia
meneliti model penyebaran tumbuhan berdasarkan pada variasi ketinggian Gunung
San Fransisco dari kaki gunung hingga ke puncak gunung. Model tersebut ternyata
sejalan dengan pola penyebaran tumbuhan dari garis tropik ekuator hingga ke
arah utara atau pun selatan. Jadi, distribusi jenis flora dari daerah yang
paling panas ke daerah yang paling dingin ternyata menyerupai distribusi flora
dari pantai hingga ke puncak gunung. Artinya, urutan bioma (ekosistem dunia)
dari ekuator (khatulistiwa) ke kutub sama dengan urutan ekosistem dari pantai
sampai ke puncak gunung. Meeriem berkesimpulan bahwa tipe tumbuhan suatu daerah
dipengaruhi oleh temperatur, kemudian dapat dibuktikan bahwa faktor kelembapan
ternyata lebih berperan dari pada faktor temperatur. Curah hujan yang tinggi
dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman besar. Semakin kita bergerak ke
daerah dengan curah hujan yang rendah, tumbuhan akan didominasi oleh tumbuhan
kecil (belukar, rumput) dan akhirnya kaktus atau tanaman padang pasir lainnya.
B.
biotik
Faktor biotik
adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di bumi, baik tumbuhan
maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan sebagai produsen, hewan
berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.
Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi
individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan
organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi,
saling mempengaruhi membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
C.
fisiografik
Faktor fisiografi/topografi meliputi
ketinggian dan kemiringan suatu wilayah. Ketinggian suatu tempat berhubungan
dengan gradien thermometrik, karna semakin tinggi kenaikan suatu tempat, maka
penurunan suhu juga akan terjadi ditempat tersebut. Hal tersebut yang mengacu kepada jenis-jenis
hewan dan tumbuhan yang khas pada daerah-daerah dengan ketinggian tertentu.
Sedangkan
faktor topografi/fisiograsi berdasarkan kemiringan permukaan tanah. Semakin
terjal permukaan tanah, maka semakin besar kekuatan air dalam mengikis
permukaan tanah yang subur, sehingga dapat menyebabkan ketebalan tanah menjadi
berkurang. Umumnya tanah yang lebih miring memiliki jumlah flora dan fauna
lebih sedikit dibandingkan dengan tanah yang relatif rata. Penyebabnya dari hal
tersebut adalah cadangan air mudah hilang karena air bergerak kebawah dengan
cepat.
D.
biota
Biota, khususnya dalam ekologi,
adalah keseluruhan kehidupan yang ada pada satu wilayah geografi tertentu dalam
suatu waktu tertentu.
"Biota" atau disebut juga "Vitae", Eobionti merupakan
suatu superdomain yang mencakup semua kehidupan.
Dalam sejarahnya, apa yang tidak termasuk mineralia (yaitu
mineral, bahan kimia yang tidak hidup), dapat disebut sebagai biota (yaitu fauna, fungi dan flora).
E.
edafik
Faktor
tanah/edafik adalah media utama bagi pertumbuhan jenis vegetasi yang meninjau
tanah dari sudut tumbuhan atau kemampuan menumbuhkan vegetasi. Istilah edafik
berasal dari kata edapos yang berarti tanah atau lapangan. Faktor-faktor
tanah/edafik yang memengaruhi pertumbuhan vegetasi adalah sebagai berikut:
1. Tekstur
tanah. Tanah yang teksturnya (ukuran butirannya) terlalu kasar, seperti krikil
dan pasir kasar atau terlalu halus seperti lembung, kurang baik atau sesuai
dengan pertumbuhan vegetasi. Tanah yang baik sebagai media tanam adalah
komposisi perbandingan butiran pasir, debu, dan lempungnya seimbang.
2. Tingkat kegemburan.
Tingkat kegemburan dapat memudahkan tumbuhan dalam menembus tanah dan juga
menyerap mineral yang berada dalam tanah.
3. Mineral
organik. Mineral organik atau humus adalah salah satu mineral organik yang
berasal dari jasad renik makhluk hidup yang telah terurai.
4. Kandungan
air tanah. Air membantu melarutkan dan mengangkut mineral yang ada dalam tanah
untuk memudahkan menyerap ke sistem perakaran pada tumbuhan.
5. Kandungan
udara tanah. Semakin tinggi tingkat kegemburan tanah, juga semakin besar
kandungan udara yang ada dalam tanah. Fungsi kandungan udara tanah bagi
tumbuhan adalah untuk respirasi melalui sistem perakaran pada tumbuhan.
46.
Jenis bioma yang tumbuh di daerah Nusa Tenggara adalah . . .
A.
hutan hujan tropis
Kelembapan
udaranya sangat tinggi karena sinar matahari banyak namun tidak bisa mencapai
tanah karena lebatnya daun yang ada di bioma hutan hujan tropis ini. jenis
anggrek, lumut, tumbuhan merambat sangat banyak ditemukan di bioma ini.
persebaran bioma ini di Indonesia meliputi daerah sumatera, Kalimantan, papua,
jawa dan Sulawesi. Untuk persebarannya di dunia meliputi brasil (hutan amazon),
india, Malaysia, Thailand, karibia, dan amerika tengah (negara bagian florida).
B.
hutan bakau
Luas hutan bakau di Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi
Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding
dkk, 1997 dalam Noor
dkk, 1999).
C.
hutan musim
Hutan musim merupakan
hutan yang termasuk dalam ekosistem darat, berada di daerah yang beriklim muson tropis (iklim dengan musim kemarau dan hujan),
yaitu daerah dengan perbedaan antara musim kering dan musim basah yang seimbang
dan jelas. Biasanya terdapat di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis yang
memiliki iklim hangat sepanjang tahun dan mengalami musim kemarau selama
beberapa bulan sehingga memaksa kebanyakan tumbuhan menggugurkan daun-daunnya
dan mempengaruhi populasi mahluk hidup di dalamnya.
Daerah dengan iklim
hangat yang memiliki hutan musim meliputi:
1. Kepulauan Amerika Tengah
2. Amerika Selatan
3. Timur Cina
4. India
5. Selatan Afrika
6. Utara Australia
Pasifik termasuk
Indonesia. (Di Indonesia sendiri umumnya hutan musim banyak berada di pulau
Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua)
D.
sabana
Di Indonesia terdapat sabana yang umumnya cukup bagus
untuk dijadikan wisata, diantaranya yaitu :
1.
Taman Nasional Baluran, Jawa Timur Taman Nasional
Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Letaknya sebelah utara Banyuwangi. Taman nasional ini juga punya beragam
vegetasi seperti hutan bakau, hutan rawa, hingga hutan hujan tropis. Tetapi
padang sabana mendominasi taman nasional seluas 250 km2 dan sekitar 40% wilayah
Taman Nasional Baluran diisi oleh padang sabana luas, dengan jenis tanah
aluvial dan vilkanik. Beragam jenis fauna terdapat disini, diantaranya seperti
kerbau, kijang, rusa, banteng, kucing hutan, macan tutul, dan walet ekor jarum
(Hirundapus caudutus).
2.
Sabana Cikasur di Gunung Argopuro, Jawa Timur.
Letaknya di Kabupaten Probolinggo, diapit oleh Gunung Semeru dan Gunung Raung.
3.
Sabana Sembalun di Gunung Rinjani, Lombok. Dari jalur
Sembalun yang terletak di arah timur Rinjani, terdapat padang sabana sepanjang
6 kilometer.
4.
Sabana Oro-oro Ombo di Gunung Semeru, Jawa Timur.
Oro-oro Ombo memiliki arti ‘padang rumput yang luas’. Luas keseluruhan padang
sabana ini mencapai 100 hektar. Pohon pinus tumbuh subur di kawasan sabana ini.
Setelah melewati kawasan sabana, terdapat kawasan Cemoro Kandang yang menjadi
habitat beberapa jenis burung dan kijang.
E.
gurun
Bioma gurun
hanya menerima hujan satu kali dalam setahun sehingga tumbuhan dan hewan yang
mampu bertahan hidup sangat sedikit saja. gurun terbesar di dunia adalah gurun
sahara di afrika utara, sedangkan lainnya tersebar di jazirah arab seperti arab
Saudi, peru, Australia, Mongolia, Pakistan dan Turkestan. Selain gurun yang
sangat panas ada juga gurun di kutub utara yang tertutup salju dan es abadi.
45. Flora endemik yang dapat ditemui di daerah Papua adalah .
. .
A. Matoa
Matoa (Pometia
pinnata) adalah tanaman buah khas Papua,
tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter
rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam
setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan
kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh
wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Tumbuh baik pada daerah
yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal.
Iklim yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang
tinggi (>1200 mm/tahun). Matoa juga terdapat di beberapa daerah
di Sulawesi, Maluku, dan Papua New Guinea. Buah matoa memiliki rasa
yang manis.
Di Papua dikenal 2
jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri
yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa
dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh,
diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan
Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan
diamater buah 1,4-2,0 cm. Tanaman ini mudah beraptasi dengan kondisi panas maupun dingin. Pohon
ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah.
B. raflesia
Rafflesia arnoldii atau padma raksasa merupakan
tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari
genus Tetrastigma.
Spesies Raflesia yang lainnya juga memiliki inang yang sama. Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada
tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr.
Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga
tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara
Raffles dan Arnold.
Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga Raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu. Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu dan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.
Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga Raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu. Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu dan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.
C. Eboni
Diospyros adalah salah
satu marga anggota suku eboni-ebonian atau Ebenaceae. Anggotanya di seluruh dunia mencakup sekitar
450-500 jenis pohon dan perdu hijau abadi atau peluruh. Kebanyakan tumbuhan ini berasal dari daerah tropis, dan hanya beberapa jenis yang tumbuh di daerah
beriklim sedang. Diospyros berasal
dari dua patah kata bahasa Yunani: deion yang berarti
"dewa" dan pyros,
"buah", sehingga berarti "buah para dewa".
Marga ini mencakup
banyak jenis yang memiliki nilai komersial, baik untuk buahnya yang
dapat dimakan (misalnya kesemek dan bisbul) maupun untuk kayunya yang
berkualitas tinggi, terutama kayu eboni atau
kayu hitam. Teras kayu (hati kayu) Diospyros biasanya keras dan
berwarna gelap (hitam), sehingga di banyak daerah di Indonesia dinamai
sebagai kayu arang.
Dua di antara yang paling terkenal adalah kayu eboni hitam (D. ebenum dan beberapa spesies
lainnya) dan kayu eboni bergaris alias kayu hitam sulawesi (D. celebica).
D. kayu manis
Kayu manis (Cinnamomum verum, sin. C.
zeylanicum) ialah sejenis pohon penghasil rempah-rempah. Termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat
beraroma, manis, dan pedas. Orang biasa menggunakan rempah-rempah dalam makanan
yang dibakar manis, anggur panas.
Kayu manis adalah
salah satu bumbu makanan tertua
yang digunakan manusia. Bumbu ini
digunakan di Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang
lalu, dan disebutkan beberapa kali di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.
Kayu manis juga
secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk
berbagai penyakit, dengan dicampur madu,
misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.
E. Meranti
Meranti
termasuk keluarga Dipterocarpaceae. Secara harfiah, Dipterocarpaceae berasal
dari kata latin, yaitu di = dua, carpa=carpus=sayap, yang berarti buah bersayap
dua. Jenis Dipterocarpus (jenis-jenis Kruing), Cotylelobium dan Anisoptera
(jenis-jenis mersawa) umumnya bersayap dua, sedangkan Hopea (jenis-jenis
merawan), Parashorea dan Shorea (jenis-jenis meranti, bangkirai dan balau)
memiliki sayap bervariasi antara 2-5, namun Vatica (jenis-jenis resak) memiliki
sayap yang sangat pendek bahkan tanpa sayap. Pohon meranti memiliki bentuk
batang bulat silindris, dengan tinggi total mencapai 40-50 m. Kulit kayu rata
atau beralur dalam atau dangkal, berwarna keabu-abuan sampai coklat. Pada
umumnya berbanir tinggi sampai 6-7 m. Nama kayu perdagangan meranti ditentukan
dari warna kayu gubalnya, seperti meranti Putih, meranti Kuning dan meranti
merah.
Meranti pada umumnya berbunga dan berbuah 4-7 tahun
sekali yang disebut dengan musim berbuah masal. Di Arboretum Bogor ada jenis
Dipterokarpa lain yang berbuah tiap tahun yaitu Hopea odorata (merawan) dan
Anisopteramarginata Musim buah masak meranti bervarisi tergantung jenis dan
lokasinya. Di Hutan Penelitian Haur Bentes, Jasinga, jenis S. leprosula, S.
pinanga, S. stenoptera, S. mecistopteryx buah masak pada bulan Desember-Maret,
sementara Hopea mengerawan, Hopea sangal, H. odorata buah masak pada bulan
Juli-September. Di Sumatra, S. parvifolia dijumpai berbuah pada bulan Desember
Januari, Shorea acuminata berbuah pada bulan Oktober-Desember.