Sunday, September 30, 2018

Penyebaran Flora dan Fauna Di Indonesia

           Pengertian flora dan fauna secara sederhana flora adalah tanaman dan fauna adalah hewan. Sementara pengertian flora secara umum adalah segala jenis tumbuhan serta tanaman yang ada di muka bumi dan Fauna adalah segala jenis hewan yang hidup di muka bumi. Flora dan fauna memiliki jenis yang begitu banyak dan beragam hingga tidak lagi terhitung jumlahnya. Beragam hewan dan tumbuhan tersebut memiliki tempat tinggal yang beragam mulai di laut, atau bisa pula di darat. 

Flora endemik merupakan sekelompok jenis tumbuhan yang hidup pada suatu daerah tertentu. Ada flora jawa, flora daerah sumatera, flora endemik kalimantan dan lain-lain. Flora endemik pada suatu daerah biasanya memiliki jenis tertentu yang terkadang tidak bisa ditemukan di daerah lain atau mungkin jarang ditemukan. Hal ini dikarenakan pada tiap daerah memiliki tingkat kesuburan perbedaan iklim dan cuara serta jenis tanah yang berbeda satu dengan yang lain. Flora endemik di Jawa contohnya adalah bunga melati, flora endemik Papua adalah tanaman buah merah, flora endemik daerah Sumatera adalah rafllesia arnoldi atau bunga bangkai dan lain sebagainya.
Tidak hanya pada flora, namun pada dunia hewan atau fauna juga memiliki kelompok yang berbeda pada tiap daerah. Contoh fauna endemik asli dari Papua adalah burung cendrawasih. Fauna asli dari Jawa adalah badak bercula satu dan fauna dari Sumatera adalah harimau sumatra. Fauna memiliki nama imbuhan geografis seperti hewan peralihan, hewan asia serta hewan australia.
Persebaran Flora dan Fauna
Di Indonesia penyebaran flora dan fauna asli Indonesia dipengaruhi oleh beragam hal seperti halnya aspek geografi. Para pakar zoologi berpendapat jika fauna di kawasan Indonesia memiliki tipe yang mirip dengan tipe fauna yang ada di Asia Tenggara atau oriental. Sementara itu fauna yang berada di kawasan Indonesia bagian timur memiliki kemiripan dengan fauna di benua Australia atau Australis.
Di Indonesia daerah persebaran fauna dibedakan menjadi 3 kawasan yaitu Indonesia bagian barat, kawasan Indonesia bagian timur serta kawasan peralihan atau Wallace. Sementara itu, persebaran fauna di Indonesia dipisahkan oleh garis Lydekker dan garis Webeer.
FAUNA
Kawasan Indonesia bagian barat – Indonesia kawasan barat meliputi Kalimantan, Sumatera, Jawa dan    Bali. Kawasan ini dibatasi oleh garis imajiner Wallace yang berada di antara Sulawesi dan Kalimantan serta di antara Lombok dan pulau Bali. Jenis fauna yang berasal dari Indonesia bagian barat antara lain adalah leopard atau macam tutul, harimau, orang utan, gajah, beruang madu, lutung, merak hijau, burung jalak bali, wau-wau, banteng, merak hijau serta badak jawa.

Woa-Woa

KLASIFIKASI
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Chordata
Subphylum      : Vertebrata
Classis             : Mammalia
Ordo                : Primates
Superfamili      : Hominoidea
Famili              : Hylobatidae
Genus              : Hylobates
Spesies            : Hylobates agilis

DESKRIPSI
1. Habitat
Habitat hidupnya biasanya di hutan, terutama bergelantungan di pohon.
2. Morfologi
Wau-wau agile (Hylobates agilis) mempunyai ukuran tubuh yang tidak proporsional karena ekstremitas depan lebih panjang daripada ekstremitas bagian belakang. Wau-wau agile (Hylobates agilis) tidak mempunyai ekor. Pola warna tubuh bagian ventral berwarna coklat muda dan pada bagian dorsal berwarna coklat. Glandula mammalia terletak didaerah pectoral dan berjumlah sepasang. Memiliki tipe gigi bonodont karena termasuk omnivora.
3. Ciri Spesifik
Wau-wau agile (Hylobates agilis) tubuhnya ditutupi oleh bulu yang berwarna coklat. Spesies ini tidak mempunyai ekor. Tangannya lebih panjang daripada kakinya. Pada telapak kaki, tangan dan wajah tidak ditutupi bulu.
4. Jenis Makanan
Wau-wau agile (Hylobates agilis) termasuk omnivora. Jenis makanannya buah-buahan, daun dan serangga kecil yang ada di sekitar pohon.
5. Perkembangbiakan
Perkembangbiakannya dengan cara melahirkan atau vivipar. Sama seperti manusia, spesies ini hanya melahirkan satu anak.
6. Perilaku
Wau-wau agile (Hylobates agilis) selalu mengeluarkan suara yang berbunyi” nguk..nguk..”dalam aktivitas apapun kecuali makan dan tidur.

Kawasan Peralihan  Daerah yang meliputi kawasan ini adalah Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba serta Lombok. Kawasan peralihan dibatasi oleh garis Lydekker yang berada di sebelah timur dan garis Wallace yang berada di sebelah barat. Di antara kedua garis pembatas ini terdapat garis weber sebagai garis keseimbangan yang terletak di sebelah timur pulau Sulawesi. Jenis hewan yang berada di kawasan ini antara lain adalah kupu-kupu sulawesi, kuskus, beruang, soa-soa, kakatua putih, burung rangkong, anoa dataran rendah, anoa pegunungan, komodo dan lain-lain.

Anoa Dataran Rendah

Klasifikasi!
 Kingdom: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Ordo: Artiodactyla; Famili: Bovidae; Genus: Bubalus; Spesies: Bubalus depressicornis
Anoa Dataran Rendah atau Bubalus depressicornis merupakan hewan endemik Sulawesi, sekaligus maskot provinsi Sulawesi Tenggara. kerap disebut juga sebagai Kerbau Kerdil. Sekilas anoa dataran rendah memang mirip dengan kerbau, hanya saja penampilan fisiknya lebih kecil dan lebih pendek ukurannya. Anoa termasuk hewan herbivora dan memakan makanan yang berair seperti pakis, rumput, tunas pohon, buah-buahan yang jatuh, dan jenis umbi-umbian. Panjang tubuhnya sekitar 150 cm dengan tinggi sekitar 85 cm. Tanduk anoa dataran rendah panjangnya 40 cm. Sedangkan berat tubuh anoa dataran rendah mencapai 300 kg.
Penurunan populasi Anoa Dataran Rendah lebih disebabkan oleh perburuan untuk dimanfaatkan dagingnya, konversi hutan menjadi daerah pertanian, pembukaan lahan untuk pertambangan emas, dan aktivitas perambahan hutan lainnya. Mengingat penurunan populasi dan ancaman yang terus berlangsung, anoa dataran rendah dikategorikan sebagai spesies Endangered / terancam punah oleh IUCN. Sedangkan CITES, memasukkan hewan endemik ini sebagai Appendix I. Di Indonesia sendiri, anoa dataran rendah dimasukkan sebagai hewan yang dilindungi berdasarkan PP. Nomor 7 Tahun 1999.

Kawasan Indonesia bagian timur  Kawasan ini dibatasi oleh garis Lydekker yang meliputi Papua serta pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya. Jenis fauna yang menghuni kawasan ini antara lain adalah kupu-kupu sayap burung, burung cendrawasih ekor pita, walabi kecil, kasturi raja, ular sanca hijau, burng kasuari gelambir ganda serta burung kakatua raja.

WALABI

Walabi adalah anggota dari klan kangguru, ditemukan di Australia dan pulau-pulau terdekat, salah satunya Papua, Indonesia. Ada banyak spesies walabi, yang dikelompokkan secara kasar oleh habitatnya, yaitu: walabi semak, walabi kuas dan walabi batu. Semua walabi adalah marsupial atau mamalia berkantung. Nama ilmiah walabi adalah Macropus agilis dan biasa disebut agile wallaby dalam bahasa Inggris. Habitat walabi adalah di semak belukar, hutan, dan padang rumput. Mereka aktif di siang hari untuk mencari makanan seperti rumput, ubi, tunas, dan daun
Walabi suka hidup berkelompok, terdiri dari kurang lebih 10 individu dalam setiap kelompok dan tidak menutup kemungkinan setiap kelompok yang ada bergabung membentuk suatu kelompok yang lebih besar (IUCN, 2008). Walabi merupakan marsupialia terbesar yang ditemukan di Papua. Ukuran tubuh jantan lebih besar dibanding betina. Tinggi Walabi berkisar antara 578-700 mm, panjang ekor 494-540 mm, panjang kaki 174-210 mm, dan berat mencapai 26 kg (Husson, 1958). Rata-rata walabi, termasuk yang pernah saya lihat memiliki panjang tubuh sekitar 60 cm dengan berat badan sekitar 6 kg. Bulunya berwarna abu-abu kecokelatan, berjalan dengan cara melompat menggunakan kedua kaki belakangnya, dan memiliki kantung di perutnya. Seperti kanguru kan?
Walabi memiliki kaki belakang yang kuat yang mereka gunakan untuk terikat bersama dengan kecepatan yang tinggi dan melompat jarak jauh.  Ketika walabi terancam oleh predator, atau ketika walabi jantan bertempur satu sama lain, mereka juga dapat menggunakan kakinya untuk memberikan tendangan yang kuat. Selain itu, walabi juga memiliki ekor yang besar dan kuat. Ekornya memang tidak dapat digunakan untuk memegang/mencengkeram seperti ekor hewan-hewan lain, namun tetap berguna. Walabi menggunakannya untuk keseimbangan saat bergerak dan untuk menopang diri dalam posisi duduk. Fungsi yang sama dengan ekor milik kangguru. Masa kehamilan Wallaby sekitar 29 hingga 38 hari. Uniknya mereka selalu melahirkan satu ekor anakan saja yang akan selalu bergerak menuju kantung sang induk untuk menyusu. Sama seperti kangguru. Sedangkan rata-rata usia hidup walabi di alam liar adalah 9 tahun.

Flora
            Flora bagian barat – Flora bagian barat memiliki jenis tumbuhan yang sangat beragam dan memiliki kawasan mangrove yang banyak di sekitar pantai. Hutan pada kawasan bagian barat ini selalu hijau dengan jenis kayu yang memiliki banyak manfaat bagi manusia
POHON SAGA
Klasifikasi
Kingdom:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Adenanthera
Spesies:
A. pavonina
Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan namun sekarang telah tersebar pantropis.
Saga pohon umum dipakai sebagai pohon peneduh di jalan-jalan besar. Tumbuhan ini juga mudah ditemui di pantai. Daunnya menyirip ganda, seperti kebanyakan anggota suku polong-polongan lainnya.
Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena beratnya yang selalu konstan. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik. Bijinya mengandung asam lemak sehingga dapat menjadi sumber energi alternatif (biodiesel). Kayunya keras sehingga banyak dipakai sebagai bahan bangunan serta mebel.

Flora bagian timur – Ciri flora yang terdapat di bagian timur adalah memiliki kemiripan dengan flora yang terdapat di benua Australia. Selain itu persebaran flora yang berada di timur lebih banyak tumbuh semak dan belukarnya. Flora yang khas dari wilayah ini adalah pohon matoa serta tanaman ficus famili beringin.
MATOA
Klasifikasi
Kingdom:        Plantae
Divisi:  Magnoliophyta
Kelas:  Magnoliopsida
Ordo:   Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Pometia
Spesies: P. pinnata
Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman buah khas Papua, tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun. Berbunga pada bulan Juli sampai Oktober dan berbuah 3 atau 4 bulan kemudian. Penyebaran buah matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1200 m dpl. Tumbuh baik pada daerah yang kondisi tanahnya kering (tidak tergenang) dengan lapisan tanah yang tebal. Iklim yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang baik adalah iklim dengan curah hujan yang tinggi (>1200 mm/tahun). Matoa juga terdapat di beberapa daerah di SulawesiMaluku, dan Papua New Guinea. Buah matoa memiliki rasa yang manis.
Di Papua dikenal 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Ciri yang membedakan keduanya adalah terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa dicirikan oleh daging buah yang kenyal seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm. Tanaman ini mudah beraptasi dengan kondisi panas maupun dingin. Pohon ini juga tahan terhadap serangga, yang pada umumnya merusak buah.

Flora bagian tengah – Flora bagian tengah memiliki jenis hutan yang seragam karena hanya didominasi oleh satu jenis tumbuhan saja. Jenis tumbuhan yang paling banyak ditemukan di kawasan ini adalah cemara, pinus serta palma.

Pohon Gaharu

Klasifikasi
Kingdom:        Plantae
Ordo:   Malvales
Famili: Thymelaeaceae
Genus: Aquilaria
Spesies: A. malaccensis
Gaharu atau Aquilaria malaccensis adalah sejenis pohon anggota suku gaharu-gaharuan (Thymelaeaceae). Jenis ini dapat dijumpai di Banglades, Bhutan, India, Indonesia, Iran, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand. Tumbuhan ini, karena nilai ekonominya, terancam punah karena rusaknya habitat.

Tinggi gaharu mencapai 40 m, dengan diameter lebih dari 60 cm. Batangnya lurus, tidak berbanir. Kulit batangnya halus, dengan warna coklat keputih-putihan. Tajuknya bulat, lebat, dengan percabangan horisontal. Daunnya tunggal, berseling, tebal, bentuknya jorong hingga jorong-melanset, dan panjang. Tajuknya lebat, bulat, percabangannya horisontal. Perbungaannya berbentuk payung, membentuk cabang, tumbuh pada ketiak daun. Bunganya kecil, berwarna hijau/kuning kotor, dan berbulu jarang. Buahnya berbentuk telur terbalik, dan berbulu halus. Untuk pembudidayaan, pernah dicoba dengan biji. Perkecambahan biji dapat mencapai 47%. Dalam waktu tiga tahun saja, setelah disemai, pohon muda gaharu dapat mencapai tinggu 2,5 m.
                                                   
                                                            Daftar Pustaka
http://alfridhani.blogspot.com/2016/04/walabi-kembaran-kangguru-yang-ada-di.html
https://biodiversitywarriors.org/isi-katalog.php?idk=5583&judul=Anoa-Dataran-Rendah

 https://ilmugeografi.com/biogeografi/pengertian-flora-dan-fauna
https://khayasar.wordpress.com/2013/11/18/wau-wau-agile/

Thursday, August 23, 2018

Oleh: Blasius Susilo Prabowo



https://www.youtube.com/watch?v=Ze8SMYNI8Ag

Wednesday, August 22, 2018

Posisi Strategis Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

 
                                                                  BAB 1
                                               PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang

Maritim adalah semua aktivitas yang berkaitan dengan laut, seperti eksploitasi sumber daya kelautan dan perikanan, transportasi laut, pengangkutan dan Perdagangan hasil laut, pariwisata bahari dan penelitian di bidang kelautan
                                   
Istilah poros maritim dunia berkaitan dengan posisi geografi indoneisa dan bentuk wilayah indonesia yang berupa kepulauan terbesar di dunia. Secara geopolitik dan geoekonimi, posisi geografis dan bentuk wilayah kepulauan merupakan modal kekuatan bagi Indonesia untuk menjadi negara maju yang berbasis kelautan. Program Indonesia sebagai poros maritim dunia menunjukkan bahwa, orientasi pembangunan Indonesia diarahkan pada sektor kelautan dan perikanan. Namun, pembangunan berorientasi ke daratan masih terus di lanjutkan dalam rangka mendukungn pembangunan di wilayah laut, salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan pengembangan tol laut di Indonesia.

B.  Rumusan Masalah
Untuk lebih memudahkan pembahasan materi, maka kami membuat rumusan masalah sebagai berikut;
       1. Bagaimana kondisi wilayah perairan Indonesia di lihat dari( letak, luas, dan batas wilayahnya)?
       2. Apa saja potensi dan manfaat sumber daya kelautan di Indoneisa?
       3. Bagaimana pengelolaan sumber daya kelautan di Indoneisa?
                                                                          
                             
                                                           BAB 2
                                                 PEMBAHASAN

1. Kondisis wilayah perairan Indonesia di lihat dari ( Letak, luas, dan batas wilayahnya)    
        1. Letak
Indoneisa merupakan negara kepulauan yang memiliki strategis baik secara geografis maupun iklim. Indonesia memiliki posisi yang strategis karena terletak di antara dua benua( Asia dan Australia) dan samudra (Pasifik dab Hindia), serta terletak di daerah Khatulistiwa.
Secara umum, Indonesia termasuk negara kepulauan dan negara maritim. Indonesia yang terletak di kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu negara paling beragam dengan kondisi penduduk yang bervariasi, baik dari segi suku, budaya, agama dan bahasa. Wilayah Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Batas wilayah Indonesia pun berbatasan dengan beberapa negara seperti Malaysia, Australia dan Papua Nugini. Secara meteorologis, kepulauan Indonesia memiliki fungsi sebagai sistem sirklus global, seperti memiliki kelembapan yang tinggi dann hutan tropis sebagai salah satu pusat kendali sistem iklim dunia.
          2. Luas
            Indonesia merupakan salah satu negara terluas didunia dengan total luas negara 5.193.250 km² (mencakup daratan dan lautan). Hal ini menempatkan Indonesia sebagai negara terluas ke-7 didunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, China, Brasil dan Australia. Jika dibandingkan dengan luas negara-negara di Asia, Indonesia berada diperingkat ke-2. Dan jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia menempatkan dirinya sebagai negara terluas di Asia Tenggara.
            3. Wilayah
                Indonesia adalah negara yang luas dengan ribuan pulau dan wilayah perairan yang luas. Batas wilayah Indonesia pun mencakup batas daratan Indonesia dan batas laut Indonesia. Secara umum wilayah perbatasan dibagi menjadi batas wilayah Indonesia secara astronomis dan geografis. Kali ini akan dibahas mengenai batas batas negara Indonesia meliputi batas wilayah Indonesia bagian utara, batas wilayah Indonesia bagian barat, batas wilayah Indonesia bagian timur dan batas wilayah Indonesia bagian selatan.
Sebagai negara kepulauan dan negara maritim, tak heran jika wilayah Indonesia menjadi tersebar dari 1 pulau ke pulau lain. Terdapat puluhan ribu pulau Indonesia yang membuat negara ini begitu beragam. Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI juga termasuk negara dengan posisi yang strategis, karena diapit oleh 2 benua (Benua Asia dan Benua Australia) serta diapit 2 samudera (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik). Letak Indonesia yang strategis juga mempengaruhi kondisi ekonomi, sosial dan budaya dari Indonesia.
Wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga memang sudah ditentukan terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari konflik perebutan lokasi atau pulau antar negara. Sementara batas wilayah perairan biasanya mengacu pada aturan internasional yaitu Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yaitu wilayah perairan sejauh 200 mil dari garis pantai merupakan wilayah dari negara tersebut. Biasanya perbatasan dengan negara lain ditandai dengan suatu tanda atau patok tertentu serta dijaga beberapa tentara perbatasan.
-Batas Wilayah Indonesia Bagian Utara
Indonesia memiliki batas darat dan batas laut di bagian utara. Batas daratan Indonesia bagian utara berbatasan langsung dengan negara Malaysia, tepatnya di Pulau Kalimantan (Borneo). Sedangkan batas laut Indonesia bagian utara berbatasan dengan wilayah perairan beberapa negara tetangga misalnya yaitu Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand dan Vietnam yang meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Cina Selatan.
-Batas Wilayah Indonesia Bagian Barat
Indonesia hanya memiliki batas laut saja di bagian barat. Batas laut Indonesia bagian barat berbatasan dengan wilayah Samudera Hindia serta perairan negara India.
-Batas Wilayah Indonesia Bagian Timur
Indonesia memiliki batas darat dan batas laut di bagian timur. Batas daratan Indonesia bagian timur berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini , tepatnya di Pulau Papua (Irian Jaya). Sedangkan batas laut Indonesia bagian timur berbatasan dengan wilayah perairan Samudera Pasifik.
-Batas Wilayah Indonesia Bagian Selatan
Indonesia memiliki batas darat dan batas laut di bagian selatan. Batas daratan Indonesia bagian selatan berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, tepatnya di Pulau Timor. Sedangkan batas laut Indonesia bagian selatan berbatasan dengan wilayah perairan negara Australia yang meliputi perairan Samudera Hindia.

2. potensi dan manfaat sumber daya kelautan di Indoneisa
          Potensi SDA Kelautan Indonesia - Negara Indonesia memiliki wilayah laut ѕаngаt luas 5,8 juta km2 уаng merupakan tiga terbesar dan empat dаrі keseluruhan wilayah Indonesia. Dі dalam wilayah laut tеrѕеbut terdapat sekitar 17.500 lebih dan dikelilingi garis pantai ѕераnјаng 81.000 km, уаng merupakan garis pantai terpanjang kedua dі dunia ѕеtеlаh Kanada. Fakta fisik inilah уаng membuat Indonesia dikenal ѕеbаgаі negara kepulauan dan maritim terbesar dі dunia. Sеlаіn peran geopolitik, wilayah laut kita јugа memiliki peran geokonomi уаng ѕаngаt penting dan strategis bagi kejayaan dan kemakmuran bangsa Indonesia. Sеbаgаі negara kepulauan dan maritim terbesar dі dunia, Indonesia diberkahi Tuhan YME dеngаn kekayaan laut уаng ѕаngаt besar dan beraneka-ragam, baik berupa sumberdaya alam terbarukan (seperti perikanan, terumbu karang, hutan mangrove, rumputlaut, dan produk-produk bioteknologi); sumberdaya alam уаng takterbarukan (seperti minyak dan gas bumi, emas, perak, timah, bijih besi, bauksit, dan mineral lainnya).
Pengembangan kelautan tеrѕеbut diawali dеngаn adanya isu-isu permasalahan уаng ada dan ditindaklanjuti dеngаn upaya pengelolaan kelautan dеngаn menggunakan prinsip-prinsip pengelolaan уаng berkelanjutan, terpadu, desentralisasi pengelolaan, pemberdayaan masyarakat dan kerjasama internasional.

A. Potensi Sumberdaya Kelautan
Potensi dan peluang pengembangan kelautan meliputi  :
(1) perikanan tangkap, 
(2) perikanan budidaya, 
(3) industri pengolahan hasil perikanan, 
(4) industri bioteknologi kelautan dan perikanan, 
(5) pengembangan pulau-pulau kecil, 
(6) pemanfaatan Benda Berharga Asal Muatan Kapal Tenggelam, 
(7) deep sea water, 
(8) industri garam rakyat, 
(9) pengelolaan pasir laut, 
(10) industri penunjang,
(11) pengembangan kawasan industri perikanan terpadu, dan 
(12) keanekaragaman hayati laut.

3. pengelolaan sumber daya kelautan di Indoneisa

Seluruh rakyat Indonesia, mulai dari merauke hingga sabang sangat mendambakan kehidupan berbangsa yang berkemajuan, adil-makmur, dan damai.
Untuk itu, suatu bangsa harus dapat mendayagunakan semua potensi pembangunannya (SDM, SDA dan SDB) secara efisien dan berkelanjutan, dan secara simultan mampu memecahkan segenap permasalahan tepat pada jantungnya.
Selain itu, di era globalisasi yang bercirikan perdagangan bebas, batas-batas antar negara semakin pudar (borderless world), dan persaingan antar bangsa yang kian tajam, suatu bangsa hanya bisa maju dan makmur, jika bangsa tersebut memiliki daya saing (competitiveness) yang tinggi.
Dengan demikian, kita sebagai insan perikanan & kelautan ingin dianggap berperan dan berjasa dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa, maka kita harus mampu menjadikan sektor Kelautan Perikanan;
 (1) Membantu pemecahan masalah bangsa
 (2)Mendayagunakan potensi pembangunan Sumber daya kelautan perikanan
(3) Menghasilkan produk dan jasa Kelautan perikanan yang berdaya saing
POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA KELAUTAN
Salah satu potensi SDA yang besar dan hingga kini belum didayagunakan secara optimal adalah Sumberdaya Kelautan (SDK).
Oleh sebab itu, bila SDK dimanfaatkan dan dikelola secara profesional dan benar, maka sektor Kelautan perikanan akan menjadi keunggulan kompetitif dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat. Dengan demikian, kita sebagai insan perikanan & kelautan ingin dianggap berperan dan berjasa dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa, maka kita harus mampu menjadikan sektor Kelautan Perikanan;
 (1) Membantu pemecahan masalah bangsa
 (2)Mendayagunakan potensi pembangunan Sumber daya kelautan perikanan
(3) Menghasilkan produk dan jasa Kelautan perikanan yang berdaya saing

-POTENSI DAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA KELAUTAN
Salah satu potensi SDA yang besar dan hingga kini belum didayagunakan secara optimal adalah Sumberdaya Kelautan (SDK).
Oleh sebab itu, bila SDK dimanfaatkan dan dikelola secara profesional dan benar, maka sektor Kelautan perikanan akan menjadi keunggulan kompetitif dalam memajukan dan mensejahterakan masyarakat.
            POTENSI EKONOMI KELAUTAN BERDASARKAN JENIS SUMBERDAYA
1. SUMBERDAYA DAPAT PULIH (RENEWABLE RESOURCES)
             –  Ikan dan biota lainnya             –  Terumbu karang
             –  Hutan Mangrove                        –  Padang lamun
             –  Sungai                                             –  Rawa
2. SUMBERDAYA TAK DAPAT PULIH (NON-RENEWABLE RESOURCES)
     –  Minyak dan gas bumi
     –  Bahan tambang dan mineral lainnya 
3. ENERGI KELAUTAN
     –  Gelombang                                                                          –  Pasang surut
     –  OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion)          – Angin
 JASA-JASA LINGKUNGAN (ENVIRONMENTAL SERVICES)
      –  Media teransportasi dan komunikasi           –  Pengaturan iklim
      –  Keindahan alam                                                     –  Penyerapan Limbah

POTENSI EKONOMI KELAUTAN BERDASARKAN SEKTOR KEGIATAN
1.      Perikanan Tangkap
2.      Perikanan Budidaya
3.      Industri Pengolahan Produk Perikanan
4.      Industri Bioteknologi
5.      Pariwisata Bahari dan Pantai
6.      Pertambangan dan Energi
7.      Perhubungan Laut
8.      Industri dan Jasa Maritim
9.      Kehutanan (Mangrove)
10.  Pulau-pulau Kecil
11.  Sumberdaya Non-Konvensional

INDUSTRI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN
Pengolahan Tradisional: pengeringan (15%), pemindangan (3,5%), fermentasi (0,8%), dan pengasapan (2,2%). Pengolahan Modern: pembekuan, pengalengan, produk berbasis surimi, tataki, beraded shrimps and fish, tepung ikan, dan lainnya. Saat ini, sekitar 60% dari seluruh ikan hasil tangkapan di laut dipasarkan dalam keadaan mentah (belum diolah), 22% diolah tradisional, dan 4% diolah modern.


PARIWISATA BAHARI 
Pariwisata bahari pada hakekatnya kegiatan ekonomi dalam mengembangkan dan memanfaatkan objek dan daya tarik kelautan di seluruh wilayah pesisir dan lautan Indonesia, berupa kekayaan serta pemandangan alam yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang, berbagai jenis ikan hias, dan biota lainnya yang menghuni wilayah pesisir dan lautan Indonesia.
- Daya Tarik Wisata Bahari
  Bentang Darat Pantai
Kegiatan rekreasi olah raga susur pantai, Bola Volley pantai, Bersepeda Pantai, Panjat Tebing pada dinding terjal pantai (cliff), dan Menelusuri Goa Pantai.
-Bentang Laut
Kegiatan Berenang (swimming), Memancing (fishing), Bersampan yang meliputi Mendayung (boating) dan Berlayar (sailling), Berselancar (surfing) dan Parasailing.
Kolam Air Dan Dasar Laut
Kegiatan menyelam seperti Diving baik dengan alat bantu dan/ atau kendaraan (Kapal Selam Kaca Mini) atau tanpa alat bantu sama sekali.

TOL LAUT
Tol Laut merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan yang dicetuskan oleh Presiden Republik IndonesiaJoko Widodo. Program ini bertujuan untuk menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di nusantara. Dengan adanya hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran distribusi barang hingga ke pelosok. Selain hal itu, pemerataan harga Logistik setiap barang di seluruh wilayah Indonesia. Seperti dikutip dari pidato Presiden Jokowi, 5 April 2016 "Tol Laut untuk apa? Sekali lagi ini mobilitas manusia, mobilitas barang. Harga transportasi yang lebih murah, biaya logistik yang lebih murah, dan akhirnya kita harapkan harga-harga akan turun."

                                                       BAB 3
                                                    PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kehidupan manusia di dunia ini tidak hanya berasal dari daratan saja, tetapi kita hidup juga melalui laut. Kita harus bersyukur dengan laut yang di berikan Tuhan bagi Negara Indonesia. Masyarakat harus bisa terlibat dalam melestarikan laut yang ada di Indonesia dan harus mendukung para nelayan yang hidup dari hasil laut. 
Kita sebagai rakyat Indonesia harus bisa menghargai keindahan alam yang ada di negeri ini. Dengan kita menyantap hasil laut kita sudah menghargai para nelayan yang sudah bekerja keras dalam melestarikan laut Indonesia. 

                                                   DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Tol_Laut
http://perikanan38.blogspot.com/2017/11/potensi-sda-kelautan-indonesia.html